October 3, 2022
Beranda » Blogs » Ayahanda Gantikan Brigadir Yosua Wisuda
Ayahanda Gantikan Brigadir Yosua Wisuda

Ayahanda Gantikan Brigadir Yosua Wisuda

Ayahanda Gantikan Brigadir Yosua Wisuda

Ayahanda Gantikan Brigadir Yosua Wisuda, Jakarta – Ayah Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat, mewakili anaknya menghadiri wisuda di Universitas Terbuka (UT), Pamulang, Tangerang Selatan. Samuel mewakili kelulusan anaknya sebagai sarjana hukum di liputi tangis haru.

Samuel menghadiri wisuda mendiang Brigadir J bersama pengacara keluarga Ramos Hutabarat dan kerabat marga Irma Hutabarat. Pantauan di lokasi, Selasa (23/8/2022), pukul 11.32 WIB, tampak Ramos dan Irma duduk di sisi kiri dan kanan Samuel. Saat menunggu panggilan prosesi wisuda, terdapat seorang wisudawan yang menyalami Samuel untuk memberi semangat.

Tampak Samuel menangis di hadapan Irma dan Ramos. Kedua kerabatnya itu mencoba menenangkannya. Lalu Samuel mengambil tisu yang ada di depannya dan mengusapkan tisu ke wajahnya.

Tepat pada pukul 11.50 WIB Rektor UT Prof Ojat Darojat memberikan ijazah Brigadir J kepada Samuel. Samuel ditemani Irma saat di berikan ijazah. Terlihat air mata Samuel tidak tertahankan saat menerima ijazah anaknya yang sudah meninggal. Beberapa kali ia mengusap air matanya dengan sapu tangan yang dipegangnya.

Brigadir J Dapat IPK 3,28

Dalam kesempatan itu, Irma Hutabarat yang merupakan kerabat satu marga Hutabarat, mengungkap Brigadir J merupakan sosok mahasiswa yang pandai. Menurutnya, IPK yang di terima oleh Brigadir J cukup tinggi. Iya jadi kita hadir untuk menghadiri wisudanya Yosua,

menemani keluarga Pak Samuel Hutabarat yang sudah datang dari Jambi. Yosua itu anak pandai dia selesai dengan IPK-nya 3,28, pinter kan ya. Jadi memang dari awal cita-citanya supaya bisa sarjana dan hari inilah kita melihat tercapai cita-citanya walaupun orangnya sudah tidak ada,” kata Irma kepada wartawan, Selasa (23/8/2022

Brigadir J Disebut Rencanakan Menikah Usai Di wisuda

Almarhum Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J disebut berniat menikah setelah diwisuda di Universitas Terbuka (UT), Pamulang, Tangerang Selatan.

Namun niat tersebut tak bisa terlaksana karena peristiwa di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Iya jadi kita hadir untuk menghadiri wisudanya Yosua,

menemani keluarga Pak Samuel Hutabarat yang sudah datang dari Jambi. Memang cita-citanya Yosua itu untuk menjadi perwira supaya bisa menikah setelah di wisuda sebetulnya,

kata Irma Hutabarat, kerabat dari Brigadir J, di lokasi wisuda Brigadir J, Selasa (23/8/2022).

Irma menyebut Brigadir J juga berniat untuk melanjutkan kuliah ke S2. Keinginan lanjut kuliah S2 ini karena berdasarkan IPK yang di raihnya sehingga Brigadir J dianjurkan untuk S2.

“Orang yang tekun dan pandai. IPK-nya itu 3,28 artinya dia di atas rata-rata yang kemudian dianjurkan untuk ngambil S2, dan memang pengen ngambil S2.

Dari kecil saya tanya Pak Samuel dari kecil Yosua itu anak yang baik penurut dan pandai,” ucapnya.

Cita-cita Yosua Ingin Jadi Perwira

Ayahanda Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat, menceritakan cita-cita anaknya yang belum tercapai. Ayahanda Samuel mengatakan ada dua cita-cita Brigadir J semasa hidupnya. Yang belum tercapai itu masuk perwira. Ajalnya sudah menjemputnya. Dua hal yang belum tercapai satu dia belum dapat ijazah SH, kedua rencana tahun depan ingin menikah,” kata Samuel kepada wartawan, Selasa (23/8/2022).

Samuel juga menyampaikan rasa terima kasih kepada UT karena telah memfasilitasi wisuda Yosua yang telah menyelesaikan studinya sebelum meninggal dunia. Samuel mengatakan, anaknya kuliah di UT sejak 2015 hingga 2022. Ia mengakui anaknya cukup lama menempuh jurusan Ilmu Hukum karena sibuk bekerja sering di beri tugas ke luar daerah. Samuel menuturkan selaku orang tua mewakili wisuda Brigadir J sangat terharu.

Ayahanda teringat saat masa-masa membesarkan almarhum dari kecil hingga akhir hidupnya. Kita mengingat semua kami perjuangan orang tua apalagi kami di bilang bukan orang berada, bisa kami bina dia oleh bimbingan Tuhan.

Inilah kesedihan yang kami rasa secara pribadi atau keluarga besar sesudah dia berjuang untuk mendapatkan sarjananya saya yang menggantikan almarhum sangat sedih,” jelasnya.

Ayah Brigadir J: Saya Sangat Cinta Polri, Yosua Lulus Murni Tanpa Uang

Ayah Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat, mengatakan tak menyesal anaknya menjadi polisi, meski tewas mengenaskan. Dia mengaku mencintai Polri. Saya sangat cinta kepada Polri.

Saking cintanya kepada Polri, anak saya almarhum itu lulus murni, tanpa uang, kata Samuel kepada wartawan di Universitas Terbuka (UT), Tangsel, Selasa (23/8/2022). Samuel mengatakan bukti cintanya pada kepolisian, yakni tak hanya Yosua yang menjadi polisi, tetapi adik dari Brigadir Yosua pun akhirnya menjadi polisi.

“Paling bungsu sudah dinas di Polda Jambi. Itu saking cintanya kami kepada polisi. Semua berkat dari Tuhan, bukan karena kekuatan kami,” ucap Samuel.

Dia lalu menyampaikan maksud Yosua melanjutkan kuliah, yaitu karena ingin mengikuti seleksi perwira polisi. Samuel juga mengungkapkan anaknya pernah mendapat penghargaan dari mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis pada 2020.

“(Jadi perwira polisi) itu salah satu yang menjadi cita-cita masa hidupnya. Surat penghargaan bahwa almarhum ada satu prestasi, penghargaan mendapat pin emas. Itu jadi peluang dia untuk masuk menjadi melamar di perwira. Jadi ‘Bersabarlah Pak, tunggu dapat dulu ijazah saya S1’. itu yang diomongin semasa hidupnya,” ungkap Samuel mengenang kata-kata Yosua yang ingin menjadi perwira Polri.

5 Tersangka Kasus Brigadir J

Kasus tewasnya Brigadir J di penuhi berbagai kejanggalan sejak awal mencuat. Brigadir J baru di ketahui tewas setelah 3 hari terjadinya peristiwa penembakan pada Jumat (8/7) sore.

Pada awal kasus ini diungkap ke publik, disebutkan Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer (RE atau E) di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel).

Atas kejanggalan-kejanggalan yang muncul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk membuat terangnya kasus ini. Belakangan terungkap, Brigadir J tewas ditembak dan peristiwa meninggalnya di rekayasa. Polri menetapkan 5 tersangka pembunuhan berencana

Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Yaitu Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Ferdy Sambo berperan memerintah Bharada E menembak Brigadir J dan merekayasa kasus tersebut. Sedangkan Bharada RE berperan menembak Brigadir J.

Sementara Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan korban. Kelimanya dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP.

Kelima tersangka juga di tahan. Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus dalam mengusut tuntas. Kejadian ini terjadi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7).