Februari 5, 2023
5 hal soal bjorka hacker yang klaim retas dokumen jokowi hingga bin 169

Berulah Lagi, Hacker Bjorka Senggol Puan Maharani-Erick Thohir!

Berulah Lagi, Hacker Bjorka Senggol Puan Maharani

Berulah Lagi, Hacker Bjorka Senggol Puan Maharani. Hacker Bjorka kembali membuat gempar dumay Indonesia. Tak cukup membocorkan data pribadi warga Indonesia saja. Bjorka juga melakukan penyebaran data hingga dokumen Presiden Jokowi serta Badan Intelijen Negara (BIN). Selanjutnya kini ia turut menyenggol para pejabat tinggi Indonesia.

Di kutip dari tribun news, pejabat tinggi yang turut di senggol hacker Bjorka di antaranya yakni Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan. Hacker Bjorka juga senggol Puan Maharani. Sebagai Ketua Umum DPR, sampai Menteri BUMN Erick Thohir, Denny Siregar juga tak luput di colek Bjorka.

Hal itu di ketahui dari cuitan terakhir @bjorkanism pada hari ini, Minggu (11/9/2022). Tak sedikit netizen yang merespons tweet Bjorka dengan berbagai pandangan. Apakah yang akan di ungkap selanjutnya oleh hacker tersebut? Untuk Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pengerapan.

Apakah Bjorka Benar Hacker / Pengepul Data

Bjorka menggunakan diksi media untuk mengidentifikasi dirinya sebagai peretas. Namun, dia tidak menyatakan bahwa dia adalah peretas saat mengunggah data di BreachForums. Sebaliknya, ia menggunakan beberapa kata kode untuk menunjukkan identitasnya.

Ia mengungkapkan 91 juta data pelanggan Tokopedia dicuri pada April 2020 tanpa menyebut siapa yang membobolnya. Ia juga memposting data pembobolan pada 19 Agustus 2022. Situs web Kaspersky menyatakan bahwa kata hacker pernah digunakan untuk menggambarkan programmer yang cerdas.

Untuk mengakses sistem komputer secara jahat atau mencoba melakukannya sebagai tantangan disebut sebagai membobol sistem. Ketika seseorang membobol suatu sistem, mereka dikenal sebagai cracker. Mahfud MD, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, menyatakan bahwa Bjorka tidak memiliki keterampilan hacking yang hebat.

Berdasarkan keyakinannya bahwa Bjorka hanya ingin menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk berhati-hati terhadap keamanan data, Mahfud mengatakan tidak ada data vital yang dimusnahkan. Dia menambahkan bahwa tidak ada data penting yang dibongkar meskipun demikian.

Faktanya, unit Bjorka tidak mampu membobol yang asli, menurut penampilan Rabu di Gedung Kemenpolhukam. Dia menjelaskan bahwa pesan yang terukir di pintu adalah untuk semua orang, bukan hanya dia, bahwa mereka harus berhati-hati. Itu bisa rusak dan dirampok tanpa dia sadari.

Tafsiran Mahfud, Bjorka meretas karena penasaran

Menurut Mahfud, ada banyak alasan yang berbeda mengapa seseorang bisa melakukan kejahatan. Berdasarkan analisa Mahfud, Bjorka meretas karena penasaran. Penjelasannya berpusat di sekitar alasan politik, ekonomi, pemangsa, dan dendam mengapa orang melakukan hal-hal buruk.

Motif berbahaya adalah pengecualian mutlak dari aturan tersebut. Dia melanjutkan, mengatakan, “Tidak ada motif seperti itu yang terlalu berbahaya”. Ridi Ferdiana dari Universitas Gadjah Mada mengklaim bahwa Bjorka adalah peretas atau bukan karena tidak ada kepastian.

Ridi mengungkapkan bahwa Bjorka telah membagikan data, tetapi bukan peretas yang terlibat dalam kasus tersebut. Dia dihubungi Rabu sore oleh kantor berita AFP. Ridi mengklaim bahwa data yang dirilis secara publik di deep web dijual.

Bjorka bisa saja mencuri data dari peretas asli dan membelinya kembali seolah-olah dia meretasnya. Ridi berpendapat bahwa Bjorka, serta masyarakat umum dan institusi, harus memiliki budaya data yang aman.

Sekali lagi, kita tidak boleh menyangkal atau mengabaikan situasi keamanan. Kita juga tidak boleh meremehkan hal-hal kecil yang berkaitan dengan keamanan. Dia menambahkan bahwa berbagi data pribadi dalam bentuk tautan dokumen di media sosial adalah sumber sederhana bagi para penjahat dunia maya.

Bjorka menyarankan bahwa kebocoran data harus memberi insentif kepada pemerintah untuk menyelesaikan masalah keamanan siber dan peluang kerja bagi para ahli lokal.

Berbagi data pribadi Bjorka adalah indikator yang berarti dari umpan balik kritis. Ini membuktikan bahwa pemerintah kita harus meningkatkan dan mengatur ulang prioritas keamanan dan perlindungan privasi mereka. Pendidikan ulang juga penting agar sistem keamanan kita dapat ditinjau dan ditingkatkan secara berkala. Itulah yang dikatakan Bjorka minggu lalu.

Apakah Tindakan Bjorka Benar atau Salah?

Bjorka terus memposting konten di Twitter meskipun ditangguhkan dari akun beberapa kali. Dia mengarahkan banyak jabatannya di menteri dan tokoh politik Indonesia. Bjorka juga mengarahkan banyak jabatannya ke orang lain, termasuk Puan Maharani, ketua parlemen dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir.

Status Robin Hood sebagai wakil rakyat dipertanyakan karena interaksinya dengan wakil rakyat tentang kenaikan harga bahan bakar. Hal ini telah mengakibatkan protes di seluruh negeri, yang telah membayangi Pertamina – perusahaan minyak dan gas milik negara Indonesia. Selain itu, ancaman database yang berisi informasi tentang Pertamina yang diretas menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Selain itu, Bjorka memposting serangkaian pesan pada 11 September yang mengklaim memiliki teman baik Indonesia di Warsawa. Teman ini menggambarkan Indonesia dalam keadaan kacau balau kepada teman-teman Bjorka di Warsawa.

Asumsi Tindakan Hacker Bjorka

Bjorka menjelaskan bahwa dia membocorkan data untuk pacarnya. Bjorka menyatakan bahwa sejumlah besar teman melarikan diri dari Indonesia setelah pembersihan anti-komunis 1965. Perkiraan tempat antara 500.000 dan 1 juta kematian disebabkan pembersihan.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa banyak tokoh politik, aktivis, akademisi, dan intelijen Indonesia melarikan diri dari negara itu setelah pembunuhan massal tahun 1966 terhadap tersangka simpatisan komunis.

Tidak mungkin untuk mengetahui dengan pasti, tetapi peretasan Bjorka terbaca sangat politis berkat add-on Latar Belakang Berwarna-warni. Diplomat melaporkan bahwa perilaku Bjorka menyoroti pertanyaan tentang kesiapan keamanan siber Indonesia. Mereka juga mengatakan bahwa kejenakaan Bjorka melibatkan percabulan online.

Beltsazar Krisetya, peneliti di Department of Politics and Social Change Center for Strategic Studies and International, yang fokus pada isu keamanan siber, menyatakan bahwa Bjorka mempermudah akses data pribadi lintas basis data. Melihat ke peneliti, Diplomat melaporkan bahwa Bjorka memecahkan peraturan dan kerentanan dalam perlindungan data.

Bahkan lebih banyak kerusakan dapat terjadi pada tanggapan pemerintah terhadap serangan itu karena ironi dari semua itu.

Pembentukan BSSN 2017 membentuk gugus tugas perlindungan data nasional. Anggotanya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Badan Intelijen Indonesia. Meski instansi yang terlibat tidak tumpang tindih di bidangnya.

Krisetya menyatakan pembentukan satgas ini bertentangan dengan tujuan semula. Alih-alih menyatukan otoritas, gugus tugas ini malah menciptakan lebih banyak kebingungan dan birokrasi yang tidak perlu.

Bjorka sedikit irit kalimat cuitannya dan hanya menyapa selamat pagi yang ia singkat jadi ‘gm’

Lalu, di postingan selanjutnya yang di alamatkan ke Puan Maharani. Bjorka mempertanyakan perayaan ulang tahun Ketua DPR itu beberapa waktu lalu di saat yang bersamaan ada demonstran di depan DPR/MPR, Jakarta. Apa kabarnya Bu? Bagaimana rasanya merayakan ulang tahun ketika banyak orang memprotes harga BBM di depan kantor Anda,” sindir Bjorka.

Sedangkan, cuitean kepada Bapak Erick Thohir, Bjorka juga menyinggung kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu dan juga aktivitas menteri BUMN lainnya. Apa kabar Pak? Anda mestinya kerja dari pada mondar-mandir melakukan hal tidak penting.

Percayalah, Anda tidak akan jadi presiden, jangan buang-buang waktu. Apa Anda tidak peduli dengan harga BBM sekarang?” ledek Bjorka.

Penggiat media sosial Denny Siregar juga tak luput dari perhatian Bjorka. Bjorka mengkritik Denny Siregar memakai uang pajak rakyat Indonesia untuk membuat perpecahan di masyarakat.

“Bagaimana rasanya hidup dari uang pajak rakyat Indonesia, tapi Anda pakai internet untuk memecah belah masyarakat,” tembak Bjorka.

Hacker Bjorka sebelumnya menjual data pengguna sampai mengumbar ada kebocoran data registrasi SIM card prabayar yang isinya meliputi NIK, nomor KK, nomor telepon, dan tanggal registrasi.

Bahkan, ia juga membeberkan data pribadi Menkominfo Johnny G Plate. Dan juga mengakui telah mempunyai dokumen rahasia Presiden RI milik Joko Widodo (Jokowi).

Terakhir, Bjorka juga mengatakan siapa otak pembunuhan aktivis Munir pada 2004 silam.