Februari 6, 2023
Mobil Pelat Merah 'Terciduk' Isi Pertalite di SPBU Batang

 Geger! Mobil Pelat Merah ‘Terciduk’ Isi Pertalite di SPBU Batang

Mobil Pelat Merah 'Terciduk' Isi Pertalite di SPBU Batang

Geger! Mobil Pelat Merah ‘Terciduk’ Isi Pertalite di SPBU, Postingan memperlihatkan minibus pelat merah yang di duga tengah mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU di Batang viral di media sosial. Pemkab Batang tengah mendalami temuan ini. Foto tersebut salah satunya di unggah akun Instagram @Batanginfo.id.

Di lihat, Rabu (7/9/2022) pukul 17.00 WIB, akun tersebut mengunggah foto mobil berpelat merah yang tampak tengah mengisi BBM. “Telah terjadi di SPBU 44.512.15 wilayah Wonotunggal 1 unit mobil kijang dengan plat nomor Merah G 9503 PC melakukan pengisian BBM jenis Pertalite pada tanggal 7 September 2022 pukul 08.32 WIB. Dinas mana min tolong di tindak lanjuti,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Di mintai tanggapan terkait unggahan itu, Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengaku belum menerima laporan. “Saya belum menerima laporan, sungguh informasinya saja belum,” kata Lani saat di temui di Aula Kantor Bupati Batang, Rabu (7/9/2022).

Pendalaman Kasus Viral Kendaraan Pelat Merah Isi Pertalite Subsidi

Namun, pihaknya meminta Kesbangpol untuk mendalami Viral Mobil Pelat Merah ‘Terciduk’ Isi Pertalite di SPBU,  mana yang melakukan pembelian Pertalite di SPBU yang viral tersebut.

“Penindakannya, coba saya minta tolong Pak Kesbang, itu tolong katanya ada pelat merah, ngisi Pertalite. Kita imbauan ya sesuai pemerintahlah, wajib mengikuti aturan,” kata dia.

Pihaknya juga meminta petugas Di sperindagkop maupun Satpol PP untuk memantau di SPBU, sebagai antisipasi adanya kejadian serupa. “Ya kita akan adakan pemantauan mungkin lewat Di sprindagkop ataupun Satpol PP, kita meminta melakukan pemantauan khususnya di SPBU,” pungkasnya.

Ia sendiri belum bisa memastikan kendaraan dinas mana yang melakukan aksi isi BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut. Dari hasil pencarian di aplikasi New Sakpole e-Samsat Jawa Tengah. Di sebutkan nomor pelat merah G-9503-RC berjenis minibus merek Toyota. Dengan tipe kendaraan Kijang Grand Lux Long warna biru metalik, tahun rakitan 2004 dan berkapasitas CC 1998. Status pajak mobil ini lunas, dengan masa akhir pajak 06 Januari 2023.

Larangan Resmi Mobil Pemerintah Dalam Gunakan Pertalite

Postingan pengisian skutik merah milik Pemkab Batang di SPBU Wonotunggal Batang menjadi viral di Instagram. Pasalnya, postingan dari Batang Update Account dan Batang Info Id juga mencantumkan aturan larangan pertalite pada mobil kartu merah.

Brasto Galih Nugroho, Regional Manager Communications, Relations and Corporate Social Responsibility, Jawa Tengah, PT Pertamina Patra Niaga, juga memberikan klarifikasi. Sejauh ini, Pertamina belum melarang penggunaan Pertalite pada kendaraan milik negara. Pasalnya, hingga saat ini belum ada aturan resmi mengenai larangan tersebut.

“Untuk Pertalite, kami masih menunggu peraturan perundang-undangan yang mengatur konsumen Pertalite.
Meski begitu, kita imbau kepada kalangan kaya dan lembaga negara untuk bisa membeli BBM nonsubsidi,” tambah Brasto.

Berbeda dengan Pertalite, sudah ada peraturan resmi tentang penggunaan solar bersubsidi, jelasnya. Penggunaannya diatur dalam Peraturan Presiden No. 191/2014. Aturan itu juga menyebutkan bahwa kartu merah tidak bisa membeli solar bersubsidi.

“Jadi tidak ada peraturan resmi yang melarang penggunaan pertalite di mobil kartu merah. Tapi masing-masing pemerintah daerah punya kebijakan sendiri-sendiri, meski secara umum tidak ada larangan. Sehingga pemerintah daerah bisa melarang atau mengizinkan pembelian bahan pengawet untuk mobil kartu merah. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah merumuskan aturan penggunaan non pertalite untuk mensubsidi BBM,” tutup Brasto.

Hal ini juga disampaikan oleh Disperindagkop dan Subiyanto, ketua UKM Batang. Pihaknya menjelaskan, tidak ada aturan yang melarang mobil kartu merah menggunakan pertalite, khususnya di Batang.

“Pertamina tidak memiliki larangan seperti itu. Hanya menyarankan kendaraan mobil pelat merah untuk menggunakan bahan bakar non-subsidi. Dan di Batang sendiri, tidak ada pemberitahuan resmi tentang larangan bahan bakar non-subsidi pada kendaraan mobil pelat merah,” katanya.

Pembatasan Penggunaan Pertalite Untuk Mobil Dinas Hingga Mobil Mewah

Pemerintah kabarnya akan memberlakukan ketentuan khusus bagi kelompok yang bisa mengonsumsi bahan bakar minyak jenis Pertalite milik Pertamina. Pemerintah sedang mendiskusikan dengan PT Pertamina (Persero) aturan siapa yang berhak membeli Pertalite.

Pertalite saat ini dikenal sebagai bahan bakar bersubsidi dengan nama Jenis Bahan Bakar Misi Khusus (JBKP). Volume penjualan dan harga jual ditetapkan oleh pemerintah. Jadi saya berharap BBM bersubsidi ini benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan di masa depan.

Larangan Baru Pertalite Dalam Peraturan Presiden

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati mengatakan, saat ini pemerintah dan Pertamina sedang menyusun regulasi tentang persyaratan calon pembeli Pertalite.

Aturan tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Ini agar BBM bersubsidi lebih tepat sasaran,” kata Erika seperti dikutip CNBC Indonesia. Namun Erika tidak mau merinci persyaratan pihak yang berhak atas BBM Pertalite. Dia mengatakan semuanya akan dijelaskan melalui peraturan yang dirilis ke publik.

Namun, beberapa sumber menyebutkan pihak yang dilarang membeli Pertalite antara lain pemilik mobil mewah, serta pemilik plat nomor merah. Tetapi sekali lagi tidak ada bukti dokumenter untuk mendukung klaim ini.

Harga Pertalite dan Pertamax terpaut jauh

Pemerintah melalui Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengidentifikasi bahan bakar Pertalite jenis RON 90 sebagai alternatif JBKP pengganti bahan bakar RON 88 yang dikenal dengan Premium. Peraturan ini mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP.

Sejak menjadi bahan bakar bersubsidi, harga Pertalite tetap Rp 7.650 per liter. Sementara itu, per 31 Mei 2022, harga Pertamax di wilayah Jawa-Bali adalah Rp12.500 per liter. Pemerintah berharap pengguna mobil mewah sudah menggunakan Pertamax karena kandungannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan bahan bakar kendaraan.