November 28, 2022
Panglima TNI Lacak Oknum Prajurit
Jenderal Andika panglima tni Dalam Rapat Paripurna

Panglima TNI Lacak Oknum Prajurit Viral Tendang Suporter di Kanjuruhan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait aksi viral seorang prajurit menendang suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Jenderal Andika panglima tni, akan melacak sosok-sosok anggota itu dan menindaknya secara pidana, Ya kita satuan akan telusuri dulu.

Biarkan kami tuntaskan sampai besok sore, Kita janji” kata Jenderal Andika panglima tni di Kemenko Polhukam Jakarta Pusat,

Di Ketahui Andika ( Panglima TNI ) belum bisa memastikan berapa orang prajurit yang terlibat. Namun dia memastikan Mabes TNI sedang menginvestigasinya.

“Kita sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kita lanjutkan dengan proses hukum karena yang viral itu sangat jelas tindakan diluar kewenangan. Jadi kalau KUHP pasal 126 sudah kena,” kata dia.

“Ya kita satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kita janji,” imbuhnya.

Panglima TNI Pastikan Tindakan Oknum Prajurit di Kanjuruhan Tindak Pidana

Jenderal Andika panglima tni

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait aksi viral seorang prajurit menendang suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Bahkan Andika memastikan hal tersebut bukan merupakan tindakan mempertahankan diri.

“Oh iya (bukan SOP). Yang terlihat viral kemarin itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau misalnya, bukan,” kata Andika di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, hari ini.

Panglima Tni Andika menyebut tindakan yang dilakukan oleh prajuritnya bentuk tindak pidana yang jelas tidak boleh dilakukan oleh prajurit TNI.

“Itu termasuk bagi saya masuk ke tindak pidana. Karena orang lagi, mungkin juga tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang. Karena memang tidak boleh terjadi lagi dan bukan tugas mereka untuk melakukan yang terlihat di video itu,” ujarnya.

Andika belum bisa memastikan berapa orang prajurit yang terlibat dan dari satuan mana.”Ini bukan etik, tapi pidana. Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin tetapi pidana. Karena itu sudah sangat berlebihan,” tutupnya.

Panglima TNI Bicara soal Viral Oknum Tendang Suporter di Kanjuruhan

Viral cuplikan video viral TNI yang tendang suporter kala Tragedi Kanjuruhan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara! Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait aksi viral seorang prajurit menendang suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Andika memastikan hal tersebut bukan merupakan tindakan mempertahankan diri.

“Oh iya (bukan SOP). Yang terlihat viral kemarin itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau misalnya, bukan,” kata Andika di Kemenko Polhukam

Andika ( Panglima Tni )menyebut, tindakan yang dilakukan oleh prajuritnya yakni bentuk tindak pidana yang jelas tidak boleh dilakukan oleh prajurit TNI.

“Itu termasuk bagi saya masuk ke tindak pidana. Karena orang lagi, mungkin juga tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang. Karena memang tidak boleh terjadi lagi dan bukan tugas mereka untuk melakukan yang terlihat di video itu,” ujarnya.

Andika Perkasa ( Panglima Tni ) belum bisa memastikan berapa orang prajurit yang terlibat dan dari satuan mana dalam Tragedi Kanjuruhan setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Sabtu (1/10) malam WIB.

Dia mengatakan, saat ini Mabes TNI sedang melakukan investigasi untuk mengungkapnya. Dia memastikan hasilnya akan keluar, Di hari Selasa (4/10) besok.

“Kita sudah sejak kemarin sore, melakukan investigasi sekaligus kita lanjutkan dengan proses hukum karena yang viral itu sangat jelas tindakan diluar kewenangan. Jadi kalau KUHP pasal 126 sudah kena,” kata dia.”Ya kita satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kita janji,” imbuhnya.

Andika ( Panglima TNI ) janji bakal memproses pidana oknum yang terlibat kekerasan terhadap suporter. Nantinya para prajurit yang terlibat akan langsung ditangani oleh Mabes TNI.

“Ini bukan etik, tapi pidana. Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin tetapi pidana. Karena itu sudah sangat berlebihan,” tutupnya.

Usut Kekerasan Prajurit di Kanjuruhan, Panglima TNI Minta Kirim Video

Beredar video prajurit TNI melakukan kekerasan terhadap penonton saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.

Terkait hal itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan akan memproses pidana prajurit, Namun Andika meminta publik mengirimkan bukti video.

“Kita juga mengimbau apabila, ada video-video lain yang beredar kan ada beberapa ya ada dua atau tiga versi. Tetapi kalau ada video lain yang juga memperlihatkan secara clear kita akan bisa menindaklanjuti sebanyak mungkin,” kata Andika di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat

Andika mengatakan video tersebut nantinya akan memudahkan Mabes TNI dalam melakukan investigasi dan proses hukum. TNI akan memproses pidana oknum terlibat kekerasan terhadap suporter.

“Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami, siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum,” ujarnya.

Dia mengatakan masyarakat bisa mengirimkan video tersebut kepada Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI ataupun ke dirinya secara langsung.

“Ke Puspen Boleh, Ke Saya Boleh,” Imbuh Sang Panglima Tni Tersebut.

Andika mengatakan TNI akan melakukan investigasi. Dia mengatakan aksi kekerasan kepada pendukung sepakbola merupakan di luar kewenangan.

Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tetapi pidana, karena itu sudah sangat berlebihan,” jelas Andika Panglima TNI Tersebut.

Mahfud Md Minta Proses Oknum TNI

Diberitakan sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menindak bila ada prajurit yang bersikap berlebihan dalam pengamanan pertandingan tersebut.

Arahan ini disampaikan terkait beredarnya video aparat TNI melakukan kekerasan kepada suporter sepakbola. Namun, Mahfud menegaskan video tersebut akan diteliti dulu faktanya.

“Kepada Panglima TNI juga diminta melakukan tindakan cepat sesuai aturan yang berlaku karena di dalam video-video yang beredar, ada juga tampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya,” ujar Mahfud.

“Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua,” tambahnya.

Korban Meninggal Sekitar 125 Orang

Menko PMK Muhajir Effendy menyampaikan total korban tragedi Kanjuruhan sebanyak 488 orang. Jumlah tersebut merupakan data akumulasi korban meninggal dan juga luka-luka.

“Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban,” kata Muhadjir usai melakukan rapat koordinasi di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang,

Muhajir merinci dari 448 korban itu, sebanyak 302 orang di antaranya mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pihak kepolisian akan melakukan investigasi kasus ini. Selain itu akan dilakukan upaya mitigasi yakni dengan langkah trauma healing terhadap para suporter Arema FC.