November 28, 2022
Pengakuan Hotman Paris

Pengakuan Hotman Paris Tolak Tawaran Tangani Kasus Ferdy Sambo

Pengakuan Hotman Paris

Pengakuan Hotman Paris Tolak Tawaran,  Hotman Paris sempat di tawari untuk menangani kasus Ferdy Sambo. Namun ia memilih menolak tawaran tersebut. Apa alasan Hotman Paris menolak tangani kasus Ferdy Sambo? Hotman Paris mengaku punya alasan tersendiri kenapa menolak tawaran menangani kasus Ferdy Sambo.

Namun ia tidak menjelaskan pihak mana yang memberikan tawaran tersebut. “Maaf, untuk kali ini, saya tidak bisa,” kata Hotman Paris di acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, seperti di lansir dari detik news.

Hotman Paris mengaku menolak tawaran tersebut karena saat itu sedang menangani dua kasus penting lain. Ada alasan lain yang tak bisa di jelaskan Hotman Paris, kenapa tidak mengambil kasus Ferdy Sambo. Di bulan yang sama, ada dua kasus viral yang melibatkan rakyat kecil yang berhasil saya tolong,” ucap Hotman Paris.

Hotman Paris menjelaskan, pengacara diperlukan untuk sebuah kasus, baik untuk pihak yang benar maupun bersalah. Tidak benar bahwa pengacara hanya membela orang yang jujur atau bersih. Pengacara itu, kepada pihak yang bersalah pun harus bekerja agar bisa di hukum sesuai kesalahannya,” tutur Hotman Paris. Sebelumnya, Hotman Paris juga sempat menyinggung kasus Ferdy Sambo.

Prediksi Arah Kasus Penembakan Brigadir J

Menurut Hotman, kasus penembakan Brigadir Yosua atau Brigadir J, bisa di sebut bukan pembunuhan berencana. “Jadi saya baru dengar juga ini soal kasus penembakan. Apakah benar? Saya tidak tahu juga ya. Katanya istrinya baru pulang dari Magelang, bilang ke suaminya, ngadu. Apakah benar atau nggak saya nggak tahu. Dia langsung menangis saat mendengar istrinya ngadu begitu,” tutur Hotman Paris saat menjadi bintang tamu di FYP Trans7.

“Ini kata saksi ya di BAP. Kalau itu benar dari segi hukum sangat mempengaruhi karena dalam keadaan emosi itu penembakan, spontan. Bisa jadi itu bukan pembunuhan berencana karena bayangin, jenderal menangis saat mendengar cerita istrinya mengadu begitu di rumahnya,” sambungnya.

Tapi Pengakuan Hotman Paris bahwasannya tidak mengetahui apakah perkataan saksi tersebut benar atau tidak. “Jika memang benar ini bisa di pakai sama pengacara Sambo bahwa penembakan itu spontan bukan berencana, karena dalam keadaan menangis itu di BAP,” tuturnya.

Hotman pun memperingati jaksa agar berhati-hati jika pengacara Ferdy Sambo menggunakan alasan ini. “Jaksa harus berhati-hati jika pengacara Sambo memakai ini,” kata Hotman Paris.

Pada saat itu, Hotman Paris mendengar informasi bahwa Ferdy Sambo menangis di hadapan istrinya di jalan Saguling, Duren Tiga Jakarta Selatan.

“Ada satu hal yang saya dengar dan memang saya sudah bicara dengan timnya, bahwa nobody know about it, nggak perduli orang, tapi saksi kunci yaitu ajudan-ajudan memberikan kesaksian katanya ya, kalau soal benar nanti dipersidangan ya,” ujar Hotman

Diamuk Anak Gegara Sempat Terima Tawaran

Keputusan Hotman Paris menerima tawaran itu terguncang karena sang istri tidak setuju. Dia tidak bisa tidur selama tiga hari. “Begitu saya bilang istri saya, dia tidak bisa. Ya, dia marah. Dia pusing dan tidak bisa tidur,” kata Hotman Paris.

Putra sulung Hotman Paris, Frank Hutapea, senada dengan istrinya, juga melarang ayahnya menjadi fullback Ferdy Sambo. Hal ini semakin membuat Hotman Paris dilema. Selain itu, banyak juga netizen yang berharap agar Hotman Paris menjadi agen dari tersangka lain, Bharada E, yang telah melamar sebagai kolaborator yudisial.

“Begitu saya memberi tahu Frank bahwa saya telah ditunjuk sebagai pengacara Sambo, Frank langsung marah, ‘Apakah kamu benar-benar kekurangan uang?’. Istri marah, anak-anak marah, jutaan orang di media sosial meminta saya untuk menjadi pengacara Sambo. pengacara mereka, Barada E dan mendiang Brigadir Jenderal J,” kata Holtman.

Atas pertimbangan tersebut, Hotman Paris dicopot sebagai pengacara Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawati. Namun di sisi lain, Hotman Paris melihat pekerjaan pengacara lebih dari sekedar membantu orang yang tidak melakukan kejahatan.

“Pengacara ada agar masyarakat bisa mengambil keputusan hukum berdasarkan perbuatannya,” kata Hotman Paris.

Hotman Paris Bongkar Senjata Kasus Ferdy Sambo

Deddy Corbuzier kembali menghadirkan konten menarik dengan tayangan podcast-nya yang diunggah pada Selasa (20 September 2022). Berbeda dengan yang lain, ia kini mengajak Hotman Paris untuk bekerja sama dengannya dan membicarakan hukum.

Bahkan hingga saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami hukum. Namun hal itu mengejutkan ketika Hotman Paris membahas kasus Ferdy Sambo. Bahkan, dia mengungkapkan bahwa dia telah setuju untuk menjadi pengacara bagi polisi yang paling banyak dibicarakan. Meski pada akhirnya, ia memberikan jawaban akhir berupa penolakan.

Di satu bagian, Holtman menceritakan kedatangan seorang pengacara dari Ferdie Sambo. Dikatakan bahwa tim mereka menyiapkan banyak hal dan meminta Holtman menjadi pengacara Sambo.

Sejumlah besar uang ditawarkan, dan Holtman mengakui bahwa dia mempertimbangkannya dan setuju. Meskipun istirahatnya gelisah, dia tidak bisa tidur selama tiga hari. Selain itu, anggota keluarga lainnya seperti istri dan anak-anaknya keberatan. Istrinya langsung tidak mengizinkan Hotman terlibat dengan Ferdy Sambo.

“Tidak bisa,” kata Holtman menirukan suara istrinya. Pada saat yang sama, ia juga mengungkapkan bahwa tim Verdi Sambo memiliki senjata yang kuat. Senjata itu bisa digunakan untuk membuktikan bahwa itu bukan pembunuhan berencana.

Menurut kronologis, Irjen Ferdy Sambo menangis usai Putri Candrawati kembali dari Magelang. Pembunuhan itu tidak terjadi segera setelah itu, dan Ferdy dikatakan masih tertarik secara emosional.

“Pengacaranya pasti akan menggunakannya, membela bahwa itu bukan pembunuhan berencana,” jelas Holtman Paris.

Tetapi pada saat yang sama, ketika Baradar E memilih untuk menuruti permintaan Sambo. Hal itu mungkin merupakan bukti pembunuhan berencana. Apalagi setelah rekan-rekannya menolak menembak Brigadir Jenderal J.