October 3, 2022
Beranda » Blogs » PPNI Cek Viral Di duga Nakes
PPNI Cek Viral Di duga Nakes

PPNI Cek Viral Di duga Nakes Sebut Rebahan Gangguan Jiwa, Sentil Etika Bersosmed

PPNI Cek Viral Di duga Nakes

Tersebar kejadian PPNI Cek Viral Di duga Nakes. Belum lama ini, viral sebuah video seseorang berbaju nakes menari. Sambil memperlihatkan tulisan tanda-tanda gangguan jiwa tahap awal yang salah satunya adalah sering rebahan. Sontak saja video pendek tersebut membuat netizen panik.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah mengaku sedang menelusuri pembuat video tersebut. Ia berpesan khususnya untuk para tenaga kesehatan selalu memperhatikan etika dalam bermedia sosial.

“Penggunaan medsos dapat juga dengan tujuan meningkatkan informasi dalam praktik dan penyuluhan kesehatan. Nakes juga harus memahami resiko dan dampak positif-negatif penggunaan medsos tersebut,” ujar Harif di hubungi, Kamis (1/9/2022).

Pesan Ketua PPNI Menanggapi Kasus Nakes di Tiktok

Ia berpesan agar menahan diri menggunakan media sosial untuk kepentingan pribadi saat bekerja. Sebaiknya menahan diri menggunakan medsos untuk kepentingan pribadi pada saat bekerja. Terkait konten informasi penyuluhan atau promosi kesehatan, “haruslah di yakini di sampaikan oleh nakes yang kompeten dengan referensi yang akurat,” pesannya.

Harif menyatakan masih harus menilai terlebih dulu apakah perlu di lakukan teguran atau sanksi. Karena menurutnya masing-masing nakes punya organisasi profesi dan mekanisme penyelesaian masalah. Di nilai dulu, apakah yang di sampaikan berbasis referensi yang kuat?

Dan nakes-nya profesi apa? Masing-masing nakes punya organisasi profesi dan mekanisme penyelesaian masalah,” pungkasnya. Belakangan viral sebuah video singkat soal gangguan jiwa di media sosial. Dalam video yang beredar, seorang berbaju nakes menyebutkan beberapa gejala gangguan jiwa ringan.

Gejala yang di sebutkan dalam video seperti sering rebahan hingga malas mandi. Namun, hal ini membuat netizen yang melihatnya menjadi takut dan beranggapan gejala itu ada pada diri mereka. Video yang sudah di tonton oleh 1,8 juta orang tersebut menuai reaksi beragam dari netizen.

Tidak sedikit yang beranggapan ciri-ciri yang di sampaikan dalam video akan membuat orang lebih mudah self-diagnose. Padahal mendiagnosa diri sendiri sebetulnya sangat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Hal ini di sampaikan oleh Retha Arjadi, MPsi, psikolog dari UNIKA Atma Jaya beberapa waktu lalu.

“Kecenderungannya itu (self di agnosis) ke arah bahaya. Misal baca nih di google kayak gejala atau ciri depresi terus merasa ‘wah ini gue semua nih’. Lalu dia mempercayai bahwa dirinya depresi dan bilang sama semua orang bahwa dia depresi itu efeknya serius,” kata Retha.