November 28, 2022
Proses Perkembangan Bayi Baru Lahir

Proses Perkembangan Bayi Baru Lahir Sekali

Kenali Proses Perkembangan Bayi Baru Lahir

Disini kita akan mengulas beberapa Proses Perkembangan Bayi Baru Lahir. Pertumbuhan bayi merupakan tumbuh kembang dasar yang memiliki pengaruh besar dan menentukan tumbuh kembang manusia selanjutnya.

Masa bayi merupakan masa pertumbuhan tubuh dan otak yang sangat pesat dalam pencapaian keoptimalan. Fungsinya berkembang yang merupakan landasan dalam masa pertumbuhan. Karena itu setiap kelainan dan penyimpangan sekecil apapun. Apabila tidak terdeteksi dan tidak ditangani secara baik akan mengurani kualitas sumber daya manusia dikemudian hari

Sebagai seorang ibu, Bunda tentu ingin tahu apakah bayi Bunda tumbuh dengan optimal dan sehat. Pengetahuan Bunda tentang perkembangan bayi baru lahir juga penting, agar Bunda bisa mencermati perkembangan si kecil dan waspada bila ada hal-hal tertentu yang perlu Bunda konsultasikan pada dokter anak demi menjaga kesehatan si kecil.

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir

Untuk menjaga tumbuh kembang optimal si kecil, mari kita pelajari beberapa hal yang perlu Bunda ketahui tentang perkembangan bayi baru lahir berikut ini:

Tahap Perkembangan Tumbuh Kembang Anak Bayi yang Baru Lahir

Berat badan bayi normal saat lahir adalah antara 2,4-4,1 kg dengan panjang kurang lebih 46-55 cm. Saat baru lahir, tubuh bayi akan terlihat melengkung seperti saat ia masih di dalam rahim Bunda. Kepalanya juga terlihat agak lonjong karena baru melewati jalan lahir yang sempit. Tetapi Bunda tak perlu khawatir. Hal ini hanya akan terjadi sementara, karena bentuk kepala si kecil akan tetap berubah mengikuti gen Ayah atau Bunda.

Di minggu-minggu pertama usai kelahirannya, mata bayi masih nampak terpejam, meski sesekali akan terbuka. Ia juga memiliki refleks menggerak-gerakkan kaki dan menarik tangan ke arah wajahnya. Saat tidur, ia akan memalingkan kepalanya ke kiri atau ke kanan dan lurus.

Kemampuan Daya Hisap ASI secara alami

Bayi yang baru lahir biasanya menghabiskan 16-17 jam sehari untuk tidur. Namun, waktu tidurnya mungkin terputus-putus, hingga 8 kali. Biasanya, bayi Anda bangun untuk minum susu setiap 2-3 jam. Namun, jadwal setiap bayi mungkin berbeda.

Bayi yang baru lahir juga dapat mencium bau ASI, dan secara alami menoleh dan membuka mulut saat Anda menempelkan puting ke pipi dan sudut bibir.

Saat dia menyusui, dia secara alami bisa mengisap langsung dari payudara untuk mendapatkan ASI. Ini adalah langkah penting dalam inisiasi menyusu dini (IMD). Kemampuan ini juga membuat bayi merasa lebih nyaman dalam dekapan ibu.

Meskipun bayi baru lahir, bayi juga bisa merasakan pahit dan manis, bahkan lebih akut daripada orang dewasa. Sedangkan rasa asin baru bisa dirasakan saat bayi berusia 5 bulan.

Kondisi Neonatus dalam Perkembangan Bayi Baru Lahir

Perkembangan bayi baru lahir sangat perlu diperhatikan khususnya dalam Berbagai kondisi neonatus. Setiap anak melewati tahap pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda dan unik. Jadi jika anak Anda tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan berdasarkan usianya, Anda tidak perlu khawatir.

Namun, Anda perlu segera menemui dokter jika anak Anda mengalami:

  1. Tidak buang air kecil atau buang air kecil kurang dari 6 kali setelah 5 hari
  2. Tidak buang air besar selama 48 jam
  3. Ubun2 Mahkota terlihat cekung
  4. Tidak mau menyusui
  5. Jeda lebih dari 10 detik per napas
  6. Susah bangun dari tidur
  7. Kotoran kecil berwarna kuning tua setelah usia 4 hari
  8. Bau tidak sedap, nanah, atau darah dari tali pusar
  9. Dada, lengan, kaki dan mata berwarna kuning
  10. Ketidakmampuan untuk menyusui dengan benar
  11. Muntah cairan kuning atau hijau,
  12. Sering Demam tinggi

Penting untuk secara konsisten memenuhi kebutuhan nutrisi bayi baru lahir Anda melalui pemberian ASI secara teratur. Hal ini karena ASI merupakan satu-satunya sumber nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Kesehatan di Masa Perkembangan Bayi

  • Di Saat baru lahir, bayi akan langsung mendapatkan imunisasi pertamanya, yakni jenis Hepatitis B, polio, dan BCG. Selain itu, selama 6 bulan pertama, si kecil juga disarankan untuk mendapatkan beberapa imunisasi lainnya, misalnya imunisasi DPT. Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi ini penting untuk menguatkan antibodi sang bayi, sehingga sangat penting bagi perkembangan bayi baru lahir. Tanyakan pada dokter anak mengenai jadwal imunisasi si kecil. Jangan lupa mencatat imunisasi yang sudah dan belum diberikan si kecil, sehingga Bunda tidak akan terlewat memberikan imunisasi yang dia perlukan/di butuhkan.
  • Masalah Terkait Kesehatan Lain Yang Sering Dialami Bayi Baru Lahir Adalah Sakit Kuning. Tahukah Bunda bahwa sekitar 60 persen bayi mengalami sakit kuning beberapa hari atau dalam dua minggu setelah kelahirannya? Hal ini terjadi karena tubuh si kecil belum bisa membuang sendiri bilirubin (limbah tubuh yang dihasilkan saat proses pemecahan sel darah merah) di dalam darahnya.
  • Bunda tidak perlu panik bila si kecil mengalami hal yang sama. Jika kuningnya tidak terlalu parah, dokter akan menganjurkan Bunda untuk ‘menjemur’ si kecil di pagi hari sebelum pukul 09.00. Dan memastikan ia minum banyak ASI agar bilirubin berkurang. Cara ini membantu tubuh si kecil menghancurkan bilirubin agar dapat dikeluarkan melalui air seni-nya dengan lebih cepat.

Tips Mendapatkan Perkembangan Bayi Baru Lahir Yang Sehat

  • Sesaat setelah bayi lahir, Bunda disarankan untuk melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Manfaat IMD banyak, lho. Selain mempermudah proses menyusui. IMD Bunda juga dapat membangun kelekatan (bonding) dengan si kecil.
  • Selain itu, IMD membantu membuat rahim berkontraksi. Sehingga membantu menghentikan pendarahan Bunda dan mendorong pengeluaran kolostrum dan ASI dari payudara Bunda.
  • Salah satu faktor penting dari produksi ASI yang lancar adalah pikiran Bunda yang tenang. Lebih dari 80% kegagalan ASI Eksklusif disebabkan oleh faktor psikologis para ibu yang merasa tertekan. Dan tidak yakin bahwa ASI yang dia berikan tidak mencukupi bagi bayinya. Karena itu, agar produksi ASI Bunda lancar, usahakan agar pikiran Bunda selalu tenang dan hindari stres atau terlalu lelah, ya.

Selanjut nya Merawat bayi baru lahir memang tidak mudah. Bunda juga harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan Bunda dan keluarga. Belum lagi tubuh Bunda masih dalam memulihkan diri dari proses melahirkan yang melelahkan.

Tapi, nikmati saja momen memeluk, menggendong, dan menyusui si kecil. Bila Bunda tenang, produksi ASI pun akan melimpah. Menyusui juga terbukti mampu menghalau sindrom Baby Blues atau Post Partum Depression. Selain itu, bila Bunda merasa lelah dan butuh bantuan. Jangan ragu untuk meminta bantuan Ayah atau anggota keluarga lainnya.

Menggendong ialah salah satu perkembangan bayi untuk ibu dan ayah

7 Tips menggendong bayi yang baru lahir

Moms, dalam perkembangan bayi baru lahir, sangat perlu juga untuk diperhatikan saat mulai menggendong bayi baru lahir. Beberapa tindakan yang perlu perhatikan dalam perkembangan bayi, diantaranya sebagai berikut ini:

  1. Setiap kali Anda ingin menggendong anak Anda, membungkuklah dan dekatkan tubuh Anda sedekat mungkin dengan anak Anda agar ia bisa langsung masuk ke dalam pelukan Anda. Angkat si kecil dengan hati-hati agar dia tidak kaget.
  2. Faktor penting yang perlu Anda ingat dalam hal cara menggendong bayi yang baru lahir adalah selalu memastikan tubuh bayi tertopang dengan baik. Jadi letakkan satu tangan di bagian belakang kepala, leher, hingga punggung atas, dan tangan lainnya di pinggul bayi Anda. Perlu diingat bahwa punggung dan leher bayi yang baru lahir tidak cukup kuat, sehingga harus selalu ditopang dengan baik saat menggendongnya.
  3. Saat Anda ingin mengangkat tubuh anak Anda, pastikan tangan Anda berada di atasnya dengan kuat dan angkat dengan percaya diri. Pastikan juga kepala bayi diposisikan sejajar dengan bagian tubuh lainnya.
  4. Dengan si kecil di lengan Anda, posisikan tangan Anda sehingga satu lengan menopang kepala dan leher dan yang lainnya menopang punggung, kaki, dan kaki si kecil. Selama bayi digendong, pastikan kepalanya lebih tinggi dari kakinya.
  5. Jika anak Anda rewel saat digendong, itu pertanda dia sedang tidak enak badan. Jadi jangan pegang si kecil terlalu erat. Cobalah berbagai cara agar dia nyaman saat digendong, tentunya dengan tetap memperhatikan poin-poin keselamatan yang disebutkan di sini.
  6. Saat menggendong, goyang si kecil dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Hindari menggoyang bayi terlalu keras, karena dapat menyakitinya.
  7. Anda juga perlu membungkuk saat ingin menempatkan atau membaringkan si kecil. Perlahan turunkan dia, lalu lepaskan tangan ibumu dari pinggulnya, dukung kepalanya dengan tangan itu, dan lepaskan tangan lain yang menopang kepalanya. Setelah itu, ibu bisa melepaskan tangan yang memegang kepala.

Manfaat lain dari memegang adalah menciptakan keintiman antara anak Anda dan orang tua. Para ahli bahkan merekomendasikan agar ayah sering menggendong bayinya untuk membangun ikatan antara ayah dan bayi, seperti proses menyusui ibu.

Jadi pastikan moms juga tahu cara menggendong bayi yang baru lahir. Dan berkesempatan selalu menggendong bayi moms. Tahukah Anda, bukan hanya si kecil yang akan merasakan manfaatnya. Akan tapi para ayah dan ibu juga turut merasakan perkembangan bayi idamannya.

Kesimpulan:

Mencermati perkembangan bayi baru lahir merupakan salah satu hal yang perlu Ibu lakukan. Demi memastikan bahwa perkembangan si kecil berjalan dengan baik. Tapi tentunya Bunda juga perlu mengingat bahwa setiap anak berkembang dengan cara dan kecepatannya masing-masing.

Tidak semua anak mengikuti perkembangan bayi dari minggu ke minggu dengan tepat waktu. Selama si kecil tampak sehat dan aktif, Bunda tak perlu terlalu khawatir berlebihan ya. Tingkatkan pemberian nutrisi ASI pada ibu, susui bayi setiap saat bayi ingin menyusui atau 2 jam sekali.